Tuesday, May 26, 2009

Sepuluh Gagasan yang Mengubah Dunia

Sepuluh gagasan yang mengubah dunia pertama kali dilontarkan oleh J. Ratzinger yang berkebangsaan Jerman, sehingga tentu saja saya tidak mampu membacanya. Lebih lanjut, ada seorang bernama John Allen Jr. yang menterjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris, bahasa yang telah saya pelajari bertahun-tahun dari SD sampai universitas. Tapi…yach tetap aja sulit dibaca. Maklum kemampuan Inggris saya pas-pasan. Untunglah ada Hardono Hadi yang menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia, sehingga saya dapat membacanya, mengerti isinya, meskipun sepertinya membutuhkan waktu seumur hidup untuk menerapkannya.


Tidak dapat kita ingkari bahwa kita saat ini hidup di dunia yang penuh dengan kecemasan, penderitaan dan juga ketidakpastian. Hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya negatif, karena kondisi tersebut mendorong hasrat kita untuk selalu mencari pencerahan. Semua dari kita pasti mempunyai suara hati yang dapat kita dengarkan dengan seksama. Berikut adalah sepuluh gagasan yang diberikan dan mudah-mudahan Anda yang membacanya dapat menjadi terinsipasi.


  1. Sang Khalik yang Maha Cinta

Kita semua adalah makhluk ciptaan, meskipun ada beberapa orang yang menganggap bahwa tidak ada penciptaan dan alam semesta adalah self contained (mandiri). Akan tetapi saya yakin bahwa sebagian besar di antara kita lebih yakin bahwa kita diciptakan oleh ‘sesuatu’ yang berada di luar jangkauan kita atau ada istilah causa prima. Logika dasar yang sederhana adalah bahwa hasil ciptaan, tentunya dicintai dan memang benar-benar dipelihara oleh penciptanya. Jadi Si Pencipta, siapa pun Dia pastilah penuh kasih dan penuh cinta kepada kita, manusia ciptaan-Nya.


  1. Percaya kepada Tuhan

Sebagai ciptaan, apakah yang pantas kita berikan kepada Sang Pencipta? Ada cerita (dari Yahoo) di mana seekor anjing terluka yang diselamatkan oleh seorang gelandangan yang akhirnya menjadi pengikut yang setia. Anjing tersebut menjaga barang-barang milik si gelandangan dari orang lain. Nah, kalau (maaf) anjing saja mempunyai rasa balas jasa, apakah kita, manusia, yang katanya mempunyai derajad yang jauh lebih tinggi dari binatang tidak mempunyai rasa terima kasih kepada pencipta-Nya??????

Jadi memang kita wajib untuk percaya kepada Tuhan, bukan hanya percaya bahwa Tuhan lah yang menciptakan kita.


  1. Kebenaran adalah identik dengan Kebebasan

Kalau kita sadari, dengan sedikit permenungan, maka kebenaran sering kali bergeser dan kriteria benar dan salah kita sesuaikan dengan keinginan dan kepentingan kita. Nyontek waktu ulangan dibenarkan dengan alasan membantu orang tua; menerima uang suap kita benarkan dengan alasan, ‘saya tidak minta, dia yang memberi’ atau ‘lha semua orang melakukannya kok’ dan apologi yang lain. Tetapi, kebenaran sejati tidak bergeser dan tidak berubah kriterianya. Kita manusia lah yang memutarbalikkan kebenaran dengan logika kita sendiri. Kebenaran seringkali kita kaitkan dengan waktu dan budaya. Kebenaran sejati akan membebaskan kita, bukan bebas untuk bertindak semaunya, tetapi bebas secara bertanggung jawab dan tidak terikat dengan waktu dan budaya. Kebebasan tertinggi berarti mewujudkan potensi kita manusia, sebagai ciptaan yang paling mulia dibandingkan ciptaan yang lain.


  1. Iman dan akal budi saling membutuhkan

Telah ada di postingan sebelumnya, bahwa kita dapat menjadi seorang yang humanis melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang berkembang berdasarkan akal budi dapat berkembang bersama-sama dengan iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Banyak sekali ilmuwan yang sebenarnya adalah seorang yang sangat religius. Salah satu contohnya adalah Abdus Salam, yang pernah mendapatkan penghargaan Nobel Fisika pada akhir abad dua puluh. Selama bertahun-tahun hidup di laboratorium untuk melakukan eksperimen dengan irama hidup, bangun jam 5 tidur jam 12 malam tanpa pernah keluar dari lab. Ilmuwan Mesir tersebut ternyata hanya meninggalkan laboratorium untuk satu hal penting, yaitu Sholat. Meskipun sangat sibuk, hampir tidak pernah terlewatkan Sholat lima waktu!!!!!!! Wew………


  1. Kebersamaan dengan sesama

Ingatlah bahwa kita tidak hidup sendirian. Kita berdampingan dengan sekitar 6,5 millliar orang lain di dunia ini dan tentu saja dengan 6,5 milliar pribadi dan juga 6,5 milliar kepentingan. Banyaknya orang di dunia sebenarnya memberikan kesempatan bagi kita untuk saling berbagi bukannya untuk saling bermusuhan. Kita diciptakan berbeda-beda tentunya bukan tanpa maksud. Saya malah tidak membayangkan apa jadinya jika 6,5 milliar orang mempunyai sifat, kharakter dan pribadi yang sama. Untunglah kita masing-masing diciptakan berbeda-beda sehingga kita terpacu untuk kreatif dan saling mengisi.


  1. Melihat segala sesuatu secara positif

  2. Mengutamakan suara hati dari pada kepentingan sesaat

  3. Bangga dengan diri sendiri

  4. Kita adalah makhluk ciptaan

  5. Keutamaan kesabaran

 

blogger templates 3 columns | Make Money Online